Monday, November 14, 2016

Analisis Kasus

Masalah 1:
Dalam menjalani karirnya sebagai HR di PT. Ruyung Karya Mandiri, Pak Aswani menyampaikan bahwa banyak masalah yang ia hadapi terkait dengan hubungan dengan kepegawaian diantaranya banyak karyawan yang pindah kerja, dan pak Asmawi terkadang merasa sangat kewalahan dengan memperkerjakan karyawan baru. Karyawan baru tersebut harus mulai mempelajari segala sesuatu dari awal dan menurut beliau ini bisa menjadi masalah besar ketika perusahan ini sedang mendapatkan permintaan pengiriman tenaga kerja. Selanjutnya, permasalahan yang umum terjadi adalah upah atau gaji yang sering kali di nilai terlalu rendah. Dan yang terakhiri ialah konflik yang sering terjadi antara expatriat atau staff asing yang di tempatkan oleh perusahan yang menjalin kerja sama dengan PT. Ruyung Karya Mandiri dengan karyawan setempat. Beberapa karyawan mengaku bahwa terkadang perbedaan budaya yang sering kali mengakibatkan munculnya kesalahpahaman. Pada contoh kasus di tahun 2007, PT.Ruyung Karya Mandiri menjalin kerjasama dengan salah satu hotel di Dubai dalam mencari waitres serta room cleaning service untuk hotel tersebut. Sekitar 3 orang delegasi dari Dubai pun ditugaskan ke Jakarta untuk menyeleksi calon kandidat, karena perbedaan budaya dimana orang Dubai berbicara memang dengan nada keras dan lantang beberapa karyawan merasa bahwa mereka diperlakukan tidak baik. Padahal orang Dubai tidak bermaksud demikian, hal tersebut karena kebiasaan menggunakan intonasi yang tinggi.

Penyelesaian:
            Menurut analisis saya, permasalahan tersebut dapat disebabkan oleh rendahnya gaji yang didapat oleh karyawan di PT. Ruyung Karya Mandiri, atau mungkin memiliki hubungan dengan atasan dan sesama karyawan yang kurang baik. Perusahaan yang sedang mencari karyawan baru dan memiliki penawaran gaji lebih tinggi dapat menjadi salah satu pilihan karyawan PT. Ruyung Karya Mandiri ini pindah pekerjaan. Kemudian mengenai kesalah pahaman kepada staff asing dapat disebabkan oleh kurangnya komunikasi dan penjelasan yang diberikan kepada karyawan yang bekerja bersama staff asing tersebut.
            Menurut saya, penyelesaian yang dapat dilakukan di PT. Ruyung Karya Mandiri adalah memberikan motivasi-motivasi kerja baru terhadap karyawannya, memberikan jaminan-jaminan yang menguntungkan karyawan supaya karyawan dengan nyaman bekerja di PT. Ruyung Karya Mandiri.

Masalah 2:
Pembabatan hutan adat di Kalimantan Tengah terus berlangsung seperti terjadi di kawasan hutan Tamanggung Dahiang di Desa Tumbang Dahui, Kecamatan Katingan Hulu, Kabupaten Katingan pada bulan awal Nopember 2002. Kejadian ini sebenarnya telah diketahui oleh seorang tokoh desa bernama Salin R. Ahad yang kemudian permasalahan ini dilaporkan ke Polda, Kejaksaan Tinggi, dan DPRD Propinsi Kalteng yang dianggap menginjak-injak harga diri masyarakat adat dan hukum-hukum adat setempat. Kemudian tokoh desa itu juga mengungkapkan keterlibatan oknum-oknum BPD (Badan Perwakilan Desa) yang ikut membekingi dan melakukan pembabatan hutan adat tersebut
Kejadian yang hampir sama terjadi pada pertengahan bulan Juni 2002. 189 warga desa di wilayah Kecamatan Gunung Purei, Kabupaten Barito Utara menuntut HPH PT. Indexim dan PT. Sindo Lumber telah melakukan pembabatan hutan di kawasan Gunung Lumut. Kawasan hutan lindung Gunung Lumut di desa Muara Mea itu oleh masyarakat setempat dijadikan kawasan ritual sekaligus sebagai hutan adat bagi masyarakat dayak setempat yang mayoritas pemeluk Kaharingan. Sebelum kejadian ini telah diadakan pertemuan antara masyarakat adat dan HPH-HPH tersebut. Namun setelah sekian lama ternyata isi kesepakatan tersebut telah diubah oleh HPH-HPH itu dan ini terbukti bahwa perwakilan-perwakilan masyarakat adat dengan tegas menolak dan tidak mengakui isi dari kesepakatan itu.

Penyelesaian:
            Menurut analisis saya, hal ini dapat disebabkan karena kurang adanya rasa saling menghargai antar sesama, kurangnya keadilan dan ketegasan yang dilakukan oleh pihak yang berwenang dalam menyelesaikan masalah tersebut. Menurut saya, penanganan dalam masalah ini seharusnya perusahaan tersebut dapat melakukan reboisasi, dan saling menghargai dan menghormati ke sesama.

Source:

No comments:

Post a Comment