Monday, October 3, 2016

Psikologi Manajemen

PSIKOLOGI MANAJEMEN

Psikologi Manajemen adalah salah satu bidang didalam Psikologi Industri dan Organisasi, namun Psikologi Manajemen lebih mempelajari pada perindustriannya. Ilmu Psikologi lebih mempelajari kepada konasi, kognitif dan afektif seseorang pada suatu industri. Kalau ilmu Manajemennya lebih mengarah kepada mempersiapkan sesuatu, merencanakan rencana kerja dan mengatur bagaimana jalannya suatu pekerjaan dalam sebuah industri.
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) Manajemen penggunaan sumber daya secara efektif untuk mencapai suatu tujuan. Lalu pengertian Psikologi sendiri adalah sebuah bidang ilmu pengetahuan dan ilmu terapan yang mempelajari mengenai perilaku dan fungsi mental manusia secara ilmiah. Psikologi Industri memfokuskan pada menggembangan, mengevaluasi dan memprediksi kinerja suatu pekerjaan yang dikerjakan oleh individu, sedangkan Psikologi Organisasi mempelajari bagaimana suatu organisasi memengaruhi dan berinteraksi dengan anggota-anggotanya.
Kaitannya dengan psikologi:
Dengan ditemukan dan dikembangkannya ilmu psikologi, diketahui bahwa unsur SDM ternyata merupakan yang terpenting dari ketiga modal kerja perusahaan manapun. Pasalnya, ilmu psikologi yg memang berpusat pada manusia, mampu mengintervensi berbagai faktor internal manusia seperti motivasi, sikap kerja, keterampilan, dsb dengan berbagai macam teknik dan metode, sehingga bisa dicapai kinerja SDM yang setinggi-tingginya untuk produktivitas perusahaan.
Pengertian Psikologi Manajemen adalah Psikologi manajemen adalah ilmu tentang bagaimana mengatur / me-manage sumber daya yang ada untuk memenuhi kebutuhan.
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) Organisasi adalah kesatuan (susunan dan sebagainya) yang terdiri atas bagian-bagian (orang dan sebagainya) dalam perkumpulan dan sebagainya untuk tujuan tertentu. Menurut Keith Davis ada tiga unsur penting partisipasi:
1.      Unsur pertama, bahwa partisipasi atau keikutsertaan sesungguhnya merupakan suatu keterlibatan mental dan perasaan, lebih daripada semata-mata atau hanya keterlibatan secara jasmaniah.
2.      Unsur kedua adalah kesediaan memberi sesuatu sumbangan kepada usaha mencapai tujuan kelompok. Ini berarti, bahwa terdapat rasa senang, kesukarelaan untuk membantu kelompok.
3.      Unsur ketiga adalah unsur tanggung jawab. Unsur tersebut merupakan segi yang menonjol dari rasa menjadi anggota. Hal ini diakui sebagai anggota artinya ada rasa “sense of belongingness”.

Didalam Organisasi, terdapat beberapa kelompok lagi. Pengertian kelompok adalah kumpulan manusia yang memiliki kesadaran bersama akan keanggotaan dan saling berinteraksi. Berikut adalah jenis-jenis dari kelompok:
  • ·         Kelompok Primer

Merupakan kelompok yang didalamnya terjadi interaksi sosial yang anggotanya saling mengenal dekat dan berhubungan erat dalam kehidupan. Sedangkan menurut Goerge Homans kelompok premier merupakan sejumlah orang yang terdiri dari beberapa orang yang sering berkomunikasi dengan lainnya sehingga setiap orang mampu berkomunikasi secara langsung (bertatap muka) tanpa melalui perantara. Misalnya: keluarga, RT, kawan sepermainan, kelompok agama, dan lain-lain.
  • ·         Kelompok Sekunder

Jika interaksi sosial terjadi secara tidak langsung, berjauhan, dan sifatnya kurang kekeluargaan. Hubungan yang terjadi biasanya bersifat lebih objektif. Misalnya: partai politik, perhimpunan serikat jaya dan lain-lain.
  • ·         Kelompok Formal

Pada kelompok ini ditandai dengan adanya peraturan dan Anggaran Dasar (AD), Anggaran Rumah Tangga (ART) yang ada. Anggotanya diangkat oleh Organisasi Contoh dari kelompok ini adalah semua perkumpulan yang memiliki AD/ART.
  • ·         Kelompok Informal

Merupakan suatu kelompok yang tumbuh dari proses interaksi, daya tarik, dan kebutuhan-kebutuhan seseorang. Keanggotan kelompok biasanya tidak teratur dan keanggotaan ditentukan oleh daya tarik bersama dari individu dan kelompok Kelompok ini terjadi pembagiang tugas yang jelas tapi bersifat informal dan hanya berdasarkan kekeluargaan dan simpati. Misalnya: kelompok arisan
Manajemen juga memiliki fungsi-fungsi, sebagai berikut:
         1.      Perencanaan (Planning)
         Merencanakan strategi dan taktik apa yang akan digunakan untuk dapat mewujudkan satu                    tujuan kelompok yang sama.
          2.      Pengorganisasian (Organizing)
         Menemukan bagaimana cara mengorganisasikan dan menjalankan strategi-strategi yang sudah             direncanakan di awal.
          3.      Pengarahan  (Directing)
                            Mengarahkan semua anggota kelompok untuk bisa menjalankan rencana dan strategi secara                 benar dan maksimal, memberikan tugas pada setiap anggota kelompok dan memberikan                       instruksi yang jelas.
          4.      Pengawasan dan Pengendalian (Controlling)
         Melakukan evaluasi kepada setiap anggota kelompok supaya terus sesuai dengan tujuan yang               dituju bersama.

Keunggulan dan Kelemahan dalam Kelompok
Dalam proses dinamika kelompok terdapat faktor yang menghambat maupun memperlancar proses tersebut yang dapat berupa kelebihan maupun kekurangan dalam kelompok tersebut.
·         Kelebihan Kelompok
-  Keterbukaan antar anggota kelompok untuk memberi dan menerima informasi & pendapat anggota yang lain.
-   Kemauan anggota kelompok untuk mendahulukan kepentingan kelompoknya dengan menekan kepentingan pribadi demi
-  Kemampuan secara emosional dalam mengungkapkan kaidah dan telah disepakati kelompok.

·         Kekurangan Kelompok
-  Kelemahan pada kelompok bisa disebabkan karena waktu penugasan, tempat atau jarak anggota kelompok yang berjauhan yang dapat memengaruhi kualitas dan kuantitas pertemuan.


Source:

PPT bu Intan

No comments:

Post a Comment