PSIKOLOGI MANAJEMEN
Psikologi
Manajemen adalah salah satu bidang didalam Psikologi Industri dan Organisasi,
namun Psikologi Manajemen lebih mempelajari pada perindustriannya. Ilmu Psikologi
lebih mempelajari kepada konasi, kognitif dan afektif seseorang pada suatu industri.
Kalau ilmu Manajemennya lebih mengarah kepada mempersiapkan sesuatu,
merencanakan rencana kerja dan mengatur bagaimana jalannya suatu pekerjaan
dalam sebuah industri.
Menurut
Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) Manajemen
penggunaan sumber daya secara efektif untuk mencapai suatu tujuan. Lalu
pengertian Psikologi sendiri adalah sebuah
bidang ilmu pengetahuan dan
ilmu terapan yang mempelajari mengenai perilaku dan fungsi mental manusia secara ilmiah.
Psikologi Industri memfokuskan pada
menggembangan, mengevaluasi dan memprediksi kinerja suatu
pekerjaan yang dikerjakan oleh individu,
sedangkan Psikologi Organisasi mempelajari
bagaimana suatu organisasi memengaruhi dan berinteraksi dengan
anggota-anggotanya.
Kaitannya dengan psikologi:
Dengan ditemukan dan dikembangkannya
ilmu psikologi, diketahui bahwa unsur SDM ternyata merupakan yang terpenting
dari ketiga modal kerja perusahaan manapun. Pasalnya, ilmu psikologi yg memang berpusat pada manusia,
mampu mengintervensi berbagai faktor internal manusia seperti motivasi, sikap
kerja, keterampilan, dsb dengan berbagai macam teknik dan metode, sehingga bisa
dicapai kinerja SDM yang setinggi-tingginya untuk produktivitas perusahaan.
Pengertian Psikologi Manajemen adalah Psikologi manajemen adalah ilmu tentang bagaimana
mengatur / me-manage sumber daya yang ada untuk memenuhi kebutuhan.
Menurut
Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) Organisasi
adalah kesatuan (susunan dan sebagainya) yang terdiri atas
bagian-bagian (orang dan sebagainya) dalam perkumpulan dan sebagainya untuk
tujuan tertentu. Menurut Keith Davis ada tiga
unsur penting partisipasi:
1. Unsur
pertama, bahwa partisipasi atau keikutsertaan sesungguhnya merupakan suatu
keterlibatan mental dan perasaan, lebih daripada semata-mata atau hanya keterlibatan
secara jasmaniah.
2. Unsur
kedua adalah kesediaan memberi sesuatu sumbangan kepada usaha mencapai tujuan kelompok.
Ini berarti, bahwa terdapat rasa senang, kesukarelaan untuk
membantu kelompok.
3. Unsur
ketiga adalah unsur tanggung jawab. Unsur
tersebut merupakan segi yang menonjol dari rasa menjadi anggota. Hal ini diakui
sebagai anggota artinya ada rasa “sense of belongingness”.
Didalam Organisasi, terdapat beberapa kelompok lagi. Pengertian
kelompok adalah kumpulan
manusia yang memiliki kesadaran bersama akan keanggotaan dan saling
berinteraksi. Berikut adalah
jenis-jenis dari kelompok:
- · Kelompok Primer
Merupakan
kelompok yang didalamnya terjadi interaksi sosial yang anggotanya saling mengenal dekat dan berhubungan
erat dalam kehidupan. Sedangkan menurut Goerge Homans kelompok premier merupakan
sejumlah orang yang terdiri dari beberapa orang yang sering berkomunikasi
dengan lainnya sehingga setiap orang mampu berkomunikasi secara langsung
(bertatap muka) tanpa melalui perantara.
Misalnya: keluarga, RT, kawan sepermainan, kelompok agama, dan lain-lain.
- · Kelompok Sekunder
Jika interaksi sosial terjadi secara tidak langsung, berjauhan, dan sifatnya
kurang kekeluargaan. Hubungan yang terjadi biasanya bersifat lebih objektif. Misalnya: partai politik, perhimpunan serikat jaya dan
lain-lain.
- · Kelompok Formal
Pada kelompok ini
ditandai dengan adanya peraturan dan Anggaran Dasar (AD),
Anggaran Rumah Tangga (ART) yang ada. Anggotanya diangkat oleh Organisasi Contoh
dari kelompok ini adalah semua perkumpulan yang memiliki AD/ART.
- · Kelompok Informal
Merupakan
suatu kelompok yang
tumbuh dari proses interaksi, daya
tarik, dan kebutuhan-kebutuhan seseorang. Keanggotan kelompok biasanya
tidak teratur dan keanggotaan ditentukan oleh daya tarik bersama dari individu
dan kelompok Kelompok ini terjadi pembagiang tugas yang jelas tapi
bersifat informal dan hanya berdasarkan kekeluargaan dan simpati. Misalnya:
kelompok arisan
Manajemen juga memiliki fungsi-fungsi, sebagai berikut:
1. Perencanaan
(Planning)
Merencanakan strategi dan taktik apa yang akan digunakan
untuk dapat mewujudkan satu tujuan kelompok yang sama.
2.
Pengorganisasian (Organizing)
Menemukan bagaimana cara mengorganisasikan dan
menjalankan strategi-strategi yang sudah direncanakan di awal.
3.
Pengarahan (Directing)
• Mengarahkan semua anggota kelompok untuk bisa menjalankan
rencana dan strategi secara benar dan maksimal, memberikan tugas pada setiap
anggota kelompok dan memberikan instruksi yang jelas.
4.
Pengawasan dan Pengendalian
(Controlling)
Melakukan evaluasi kepada setiap anggota kelompok supaya
terus sesuai dengan tujuan yang dituju bersama.
Keunggulan
dan Kelemahan dalam Kelompok
Dalam
proses dinamika kelompok terdapat faktor yang menghambat maupun memperlancar
proses tersebut yang dapat berupa kelebihan maupun kekurangan dalam kelompok
tersebut.
·
Kelebihan Kelompok
- Keterbukaan antar anggota kelompok untuk
memberi dan menerima informasi & pendapat anggota yang
lain.
- Kemauan anggota kelompok untuk
mendahulukan kepentingan kelompoknya
dengan menekan kepentingan pribadi demi
- Kemampuan secara emosional dalam
mengungkapkan kaidah dan
telah disepakati kelompok.
·
Kekurangan Kelompok
- Kelemahan pada kelompok bisa disebabkan
karena waktu penugasan, tempat atau jarak anggota
kelompok yang berjauhan yang dapat memengaruhi kualitas dan kuantitas pertemuan.
Source:
PPT bu Intan
No comments:
Post a Comment