Monday, October 2, 2017

Sistem Informasi Psikologi

1.      Definisi Sistem
Tyoso (2016) mengatakan bahwa sistem merupakan suatu kumpulan dari komponen-komponen yang membentuk satu kesatuan. Sedangkan menurut  Fat (dalam Hutahaean, 2015) sistem adalah suatu himpunan, suatu “benda” nyata atau abstrak yang terdiri dari bagian-bagian atau komponen-komponen yang saling berkaitan, berhubungan, berketergantungan, saling mendukung yang secara keseluruhan bersatu dalam satu kesatuan untuk mencapai tujuan tertentu secara efisien dan efektif.
Sarosa (2009) mengemukakan sistem adalah sekumpulan komponen yang saling berinteraksi dan bekerja sama untuk mencapai tujuan yang sama. Kata kuncinya adalah sekumpulan komponen atau subsistem, sehingga sistem terdiri dari beberapa subsistem dan demikian juga sebaliknya.
Marimin, Tanjung, dan Prabowo (2006) sistem adalah suatu kesatuan usaha yang terdiri dari bagian-bagian yang berkaitan satu sama lain yang berusaha mencapai suatu tujuan dalam satu lingkungan yang komples.
Romney dan Steinbart (dalam Mulyani, 2016) mengatakan sistem adalah kumpulan dari dua atau lebih komponen yang saling bekerja dan berhubungan untuk mencapai tujuan tertentu.  Fauzi (2017) juga mengatakan bahwa sistem adalah suatu kesatuan yang terdiri dari interaksi subsistem untuk mencapai tujuan yang sama.
Berdasarkan uraian diatas, dapat disimpulkan bahwa sistem adalah kumpulan dari komponen yang saling bekerja, berinteraksi, berhubungan, dan saling beketergantungan secara keseluruhan untuk mencapai satu tujuan yang sama.

2.      Definisi Informasi
Menurut Amsyah (2005) informasi adalah data yang sudah diolah dengan cara tertentu menjadi bentuk yang sesuai dengan keperluan penggunaan informasi bersangkutan.
Mulyani  (2016) Informasi merupakan data yang sudah dioleh yang ditujukan untuk seseorang, organisasi ataupun siapa saja yang membutuhkan. Informasi akan menjadi berguna apabila objek yang menerima informasi membutuhkan informasi tersebut.
Verzello (dalam Fauzi, 2017) mengemukakan kumpulan data yang relevan dan mempunyai arti menggambarkan suatu kejadian-kejadian atau kegiatan-kegiatan. Cushing (dalam Fauzi, 2017) juga menambahkan bahwa informasi menunjukan hasil dari pengolahan data yang diorganisasikan dan berguna kepada orang yang menerimanya.
Berdasarkan uraian diatas, dapat disimpulkan bahwa informasi adalah kumpulan data yang sudah diperoleh dengan cara tertentu yang memiliki arti untuk menjelaskan suatu arti atau kejadian yang ditujukan kepada organisasi atau siapa saja yang membutuhkan informasi tersebut.

3.      Definisi Psikologi
Wade dan Tavris (2007) berkata psikologi adalah sebuah disiplin ilmu yang berfokus pada perilaku dan berbagai proses mental serta cara perilaku dan berbagai proses mental ini dipengaruhi oleh kondisi mental organisme dan lingkungan eksternal.
Hashim, Razali, dan Jantan (2003) mengemukakan psikologi adalah suatu kajian mengenai sesuatu yang memberikan kesan kepada jiwa seseorang. Oleh karena itu, psikologi adalah kajian mengenai jiwa atau aspek rohani manusia dan haiwan secara saintifik.
Budiman (2005) psikologi adalah ilmu yang mempelajari tingkah laku manusia dalam pengertiannya yang luas. Dikatakan pengertian yang luas karena tidak hanya terbatas pada tingkah laku yang tampak dari luar saja.
Supratman dan Mahadian (2016) mengatakan psikologi adalah tentang ilmu pengetahuan yang mempelajari perilaku manusia dalam hubungannya dengan lingkungan dimana individu tengah berada.
Berdasarkan uraian diatas, dapat disimpulkan bahwa psikologi adalah ilmu yang mempelajari tentang jiwa dan manusia yang terbagi dalam tingkah laku manusia, dan perilaku manusiadan hubungan manusia dengan lingkungan manusia tersebut.

4.      Definisi Sistem Informasi Psikologi
Sistem informasi psikologi adalah kumpulan dari komponen informasi psikologi yang saling bekerja sama dan berinteraksi untuk mempelajari tentang jiwa serta bagaimana tingkah laku, dan perilaku manusia tersebut.




DAFTAR PUSTAKA
Amsyah, Zulkifli. (2005). Manajemen Sistem Informasi. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.
Budiman, Arief. (2006). Kebebasan, Negara, Pembangunan. Jakarta: Pustaka Alvabet.
Fauzi, Rizki A. (2017). Sistem Informasi Akuntansi. Yogyakarta: DeePublish.
Hashim, S., Razali, M., Jantan, R. (2003). Psikologi Pendidikan. Malaysia: PTS Professional.
Hutahaean, Jeperson. (2015). Konsep Sistem Informasi. Yogyakarta: DeePublish.
Marimin., Tanjung, H., dan Prabowo, H. (2006). Sistem Informasi Manajemen: Sumber Daya Manusia. Jakarta: Grasindo.
Mulyani, Sri. (2016). Metode Analisis dan Perancangan Sistem. Bandung: Abdi Sistematika.
Mulyani, Sri. (2016). Sistem Informasi Manajemen. Bandung: Abdi Sistematika.
Sarosa, Samiaji. (2009). Sistem Informasi Akuntansi. Jakarta: Grasindo.
Supratman, L. P., Mahadian, Adi B. (2016). Psikologi Komunikasi. Yogyakarta: DeePublish.
Tyoso, J. S. P. (2016). Sistem Informasi Manajemen. Yogyakarta: DeePublish.
Wade, Carol., Tavris, C. (2007). Psikologi. Jakarta: Erlangga.