Kasus Biro Penerangan
Kabupaten Jaya Terus
Biro Penerangan Kabupaten Jaya Terus merupakan
instansi pemerintah yang berfungsi untuk mengolah berbagai informasi dan
mensosialisasikannya kepada masyarakat di kabupaten tersebut. Sebagai suatu
lembaga yang merupakan ujung tombak pemerintah dan mensosialisasikan informasi
maupun kebijakan pada masyarakat, pelayanan lembaga ini kepada masyarakat serta
kinerja lembaga ini secara keseluruhan sangat baik, tak jarang lembaga ini
menerima penghargaan dari pemerintah pusat karena prestasinya. Namun, dibalik
itu semua terdapat masalah yang menggerogoti lembaga tersebut.
Kinerja yang baik dalam perusahaan tersebut ternyata
hanya terpusat di level pimpinan. Level staff kebawah
kinerjanya sangat buruk dan terkesan asal-asalan, mereka hanya bekerja bagus
apabila ditunggui atasannya, serta perlu benar-benar diarahkan agar tidak
salah. Namun, pimpinan tidaklah mungkin seharian menunggui dan mengarahkan staff yang
jumlahnya puluhan tersebut. Setelah ditelusuri, masalah itu berpangkal dari
tidak adanya motivasi dari staff tersebut. Level staff kebawah,
yang mayoritas berpendidikan SMP dan SMU (sekitar 65%) dan sisanya
berpendidikan sarjana, ternyata sudah mencapai tingkah golongan tertinggi dari
yang mungkin dicapainya, dan sangat mungkin, tidak akan pernah mengalami
golongan lagi, kecuali jika mereka sekolah lagi, itu pun masih harus melalui
prosedur yang cukup rumit. Sedangkan untuk naik ke level yang lebih tinggi,
juga sangat sulit, mengingat rata-rata usia mereka sudah berumur 40 hingga 50
tahun serta panjangnya tahapan yang harus dilalui untuk naik ke tingkat yang
lebih tinggi, membuat mereka merasa hal itu sudah tidak mungkin dicapai oleh
oerang seusia mereka, dengan tingkat pendidikan dan golongan seperti sekarang
ini.
Akibatnya, mereka memilih pasrah karena merasa sudah
maksimal dan tidak mungkin naik ke jenjang yang lebih tinggi, baik secara
jabatan, golongan, ataupun income. Hal ini berimplikasi kepada motivasi mereka
yang terus menurun.
Penyelesaian:
Menurut saya, seharusnya pimpinan
di Biro Penerangan terus memantau dan mengecek hasil kerja tiap karyawan agar para kinerja pada level staff kebawah dapat meningkat dan menjadi
kinerja yanng baik. Pemimpin dapat memotivasi staffnya dengan cara menaikkan
gaj atau diberikan beberapa tunjangan agar para staff dapat dengan baik
bekerja. Pemimpin juga harus memberikan training untuk parah staff supaya
mereka lebih bisa bekerja sama dan bekerja secara maksimal pada saat bekerja,
dapat dengan mudah naik jabaran dan mendapatkan penghasilan yang lebih baik