Monday, January 30, 2017

Analisis Kasus II

Kasus Biro Penerangan Kabupaten Jaya Terus
Biro Penerangan Kabupaten Jaya Terus merupakan instansi pemerintah yang berfungsi untuk mengolah berbagai informasi dan mensosialisasikannya kepada masyarakat di kabupaten tersebut. Sebagai suatu lembaga yang merupakan ujung tombak pemerintah dan mensosialisasikan informasi maupun kebijakan pada masyarakat, pelayanan lembaga ini kepada masyarakat serta kinerja lembaga ini secara keseluruhan sangat baik, tak jarang lembaga ini menerima penghargaan dari pemerintah pusat karena prestasinya. Namun, dibalik itu semua terdapat masalah yang menggerogoti lembaga tersebut.
Kinerja yang baik dalam perusahaan tersebut ternyata hanya terpusat di level pimpinan. Level staff kebawah kinerjanya sangat buruk dan terkesan asal-asalan, mereka hanya bekerja bagus apabila ditunggui atasannya, serta perlu benar-benar diarahkan agar tidak salah. Namun, pimpinan tidaklah mungkin seharian menunggui dan mengarahkan staff yang jumlahnya puluhan tersebut. Setelah ditelusuri, masalah itu berpangkal dari tidak adanya motivasi dari staff tersebut. Level staff kebawah, yang mayoritas berpendidikan SMP dan SMU (sekitar 65%) dan sisanya berpendidikan sarjana, ternyata sudah mencapai tingkah golongan tertinggi dari yang mungkin dicapainya, dan sangat mungkin, tidak akan pernah mengalami golongan lagi, kecuali jika mereka sekolah lagi, itu pun masih harus melalui prosedur yang cukup rumit. Sedangkan untuk naik ke level yang lebih tinggi, juga sangat sulit, mengingat rata-rata usia mereka sudah berumur 40 hingga 50 tahun serta panjangnya tahapan yang harus dilalui untuk naik ke tingkat yang lebih tinggi, membuat mereka merasa hal itu sudah tidak mungkin dicapai oleh oerang seusia mereka, dengan tingkat pendidikan dan golongan seperti sekarang ini.
Akibatnya, mereka memilih pasrah karena merasa sudah maksimal dan tidak mungkin naik ke jenjang yang lebih tinggi, baik secara jabatan, golongan, ataupun income. Hal ini berimplikasi kepada motivasi mereka yang terus menurun.

Penyelesaian:
           Menurut saya, seharusnya pimpinan di Biro Penerangan terus memantau dan mengecek hasil kerja tiap karyawan agar para kinerja pada level staff kebawah dapat meningkat dan menjadi kinerja yanng baik. Pemimpin dapat memotivasi staffnya dengan cara menaikkan gaj atau diberikan beberapa tunjangan agar para staff dapat dengan baik bekerja. Pemimpin juga harus memberikan training untuk parah staff supaya mereka lebih bisa bekerja sama dan bekerja secara maksimal pada saat bekerja, dapat dengan mudah naik jabaran dan mendapatkan penghasilan yang lebih baik

Monday, January 16, 2017

Cara Untuk Meningkatkan Motivasi Karyawan

Rasa jenuh karena melakukan hal yang sama secara berulang dalam rentang waktu yang cukup panjang merupakan salah satu faktor yang menyebabkan siapa saja bisa kehilangan semangat kerja. Berikut adalah cara efektif untuk meningkatkan kembali motivasi karyawan
            1.      Pendekatan secara personal
Kepekaan dalam membaca situasi seperti ini dibutuhkan dalam diri seorang pimpinan atau pemilik usaha, bisa saja karyawan maupun bawahan yang dibebani dengan berbagai macam target menemukan kesulitan menyelesaikan tugas mereka. Lakukan pendekatan secara personal, ajak karyawan atau bawahan tersebut bicara dan ciptakan suasana yang lebih santai.
Cari tahu dan tanyakan apakah kesulitan atau kendala-kendala yang mereka rasakan dalam bekerja, dan jangan lupa berikan masukan serta solusi yang bisa membantu karywan atau bawahan tersebut menemukan cara terbaik dalam menyelesaikan pekerjaan yang dibebankan kepadanya.
            2.      Memberikan bahan kerja yang baru untuk penyegaran
Sebagai seorang pimpinan tidak hanya bisa memberikan solusi kepada bawahan atau karyawan, namun Anda juga harus bisa membangkitkan semangat serta memberikan penyegaran agar motivasi dalam bekerja kembali mereka dapatkan.
Selain memperbaharui materi atau bahan dalam bekerja, berikan juga kegiatan yang menyenangkan seperti berwisata bersama atau aktifitas lainnya yang jauh berbeda dari rutinitas ditempat kerja selama ini. Sudah pasti otak kita juga perlu direfresh dan diberikan waktu untuk sejenak istirahat agar bisa kembali bekerja dengan baik.
            3.      Training secara reguler
Memberikan training, karena sesi ini bisa untuk memberikan motivasi yang sempat hilang dari dalam diri mereka. Agar training bisa berjalan dengan efektif lakukanlah secara reguler, bahkan bila perlu gunakan tenaga dari Trainer Professional yang bisa mengubah mindset karyawan menjadi lebih baik hingga semangat dalam diri mereka kembali muncul.
            4.      Penuhi semua hak karyawan
Untuk mencapai goal, sebagai pemilik ataupun pimpinan Anda sudah pasti memberikan target kepada bawahan sesuai dengan keahlian dan bidang mereka masing-masing. Agar mereka bisa bekerja dengan baik dan maksimal jangan melupakan hak mereka agar motivasi mereka untuk bekerja di perusahaan Anda tetap bisa dipertahankan.
Karena bawahan atau karyawan bukan hanya dituntut untuk bekerja sesuai keinginan perusahaan, tetapi harus ada tercipta simbios mutualisme atau kerja sama yang saling memberikan keuntungan pada kedua belah pihak.
            5.      Berikan bonus & penghargaan untuk karyawan yang berprestasi
Setiap kualitas itu pasti ada harganya, begitu juga dengan karyawan atau bawahan yang memiliki kinerja bagus. Sudah selayaknya mereka diberikan bonus atas prestasi yang berhasil ia lakukan dalam bekerja.
Bisa berbentuk uang, bukan tidak mungkin hal tersebut akan membuat karyawan akan bekerja lebih bersemangat agar kembali bisa mendapatkan bonus yang lebih besar lagi. Dan juga perlu diingat bahwa motivasi bukan hanya dengan ucapan atau tulisan yang diberikan kepada karyawan, bisa juga dalam bentuk materi.

Source:

Tuesday, January 10, 2017

Perencanaan dan Pengembangan Karir



A.                 PENGERTIAN
Perencanaan karier terdiri atas dua suku kata, yaitu perencanaan dan karier.Perencanaan dapat didefinisikan sebagai proses penentuan rencana atau kegiatan-kegiatan yang akan dilakukan pada masa mendatang. Sedangkan karier adalah semuapekerjaan yang dilakukan seseorang selama masa kerjanya yang memberikankelangsungan, keteraturan, dan nilai bagi kehidupan seseorang. Perencanaan karier dapat didefinisikan sebagai suatu proses yangdigunakan seseorang untuk memilih tujuan karier dan jalur karier untuk mencapaitujuan-tujuan tersebut. Sebagai suatu proses yang bertujuan untuk menyesuaikan tujuankarier dan kemampuan individu dengan kesempatan untuk mengisinya secarasistematis.
 Pengembangan karier merupakan implementasi dari perencanaan karier.Untuk itu pengembangan karier dapat didefinisikan sebagai semua usaha pribadikaryawan yang ditujukan untuk melaksanakan rencana kariernya melalui pendidikan,pelatihan, pencarian dan perolehan kerja, serta pengalaman kerja.Titik awal pengembangan karier dimulai dari diri karyawan sendiri, di manasetiap orang bertanggungjawab atas pengembangan atau kemajuan kariernya.Setelah komitmen dimiliki, beberapa kegiatan pengembangan karier dapat dilakukan.

B.     FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERENCANAAN KARIER
Ada beberapa faktor penting yang mempengaruhi perencanaan karier, di manaseseorang akan mengakui dan mau mempertimbangkan faktor-faktor tersebut saatmereka merencanakan karier, yaitu sebagai berikut :
1.      Tahap Kehidupan Karier 
Seseorang akan berubah secara terus menerus dan kemudian memandang perbedaankarier mereka pada berbagai tingkatan dalam hidupnya.
·         Karier Awal
Merupakan tahap pembentukan yang berupa penekanan pada perhatian untukmemperoleh jaminan terpenuhinya kebutuhan di tahun-tahun awal pekerjaan.

·         Karier Pertengahan
Tahap ini biasanya meliputi pengalaman-pengalaman baru, seperti penugasan khusus,transfer dan promosi yang lebih tinggi, tawaran dari organisasi lain, kesempatan untukke jenjang organisasi yang lebih tinggi dan pembentukan nilai seseorang bagiorganisasi.

·         Karier Akhir
Pemberian pelatihan kepada penerus (karyawan baru), pengurangan beban kerja,atau pendelegasian tugas-tugas utama periode karier akhir agar tetap produktif danpersiapan diri untuk pensiun.

2.      Dasar Karier 
Ada lima perbedaan motif dasar karier yang menjelaskan jalan bagi orang-orang untuk memilih dan mempersiapkan kariernya, di mana mereka menyebutnya sebagai jangkar karier, yaitu antara lain :
a.       kemampuan manajerial,
b.       kemampuan fungsional-teknis,
c.       keamanan,
d.      kreativitas,
e.       otonomi dan kebebasan.

C.     TUJUAN PENGEMBANGAN KARIR
Andrew J. Dubrin (1982) menguraikan sejumlah tujuan pengembangan karir yang dijabarkan sebagai berikut:
1.  Membantu pencapaian tujuan individu dan perusahaan dalam pengembangan karier karyawan yang merupakan hubungan timbal balik yang bermanfaat bagi kesejahteraan karyawan dan tercapainya tujuan perusahaan. Seorang pegawai yang sukses dengan prestasi kerja sangat baik kemudian menduduki posisi jabatan yang lebih tinggi, ini menunjukkan bahwa tercapai tujuan perusahaan dan tujuan individu.
2. Menunjukkan Hubungan Kesejahteraan Pegawai Perusahaan merencanakan karir pegawai dengan meningkatkan kesejahteraannya sehingga memiliki loyalitas yang lebih tinggi.
3.    Membantu pegawai menyadari kemampuan potensinya. Pengembangan karir membantu menyadarkan pegawai akan kemampuannya untuk menduduki suatu jabatan tertentu sesuai dengan potensi dan keahliannya.
4.  Memperkuat hubungan antara Pegawai dan Perusahaan Pengembangan karier akan memperkuat hubungan dan sikap pegawai terhadap perusahaannya.
5.  Membuktikan Tanggung Jawab Sosial Pengembangan karier suatu cara menciptakan iklim kerja yang positif dan pegawai-pegawai lebih bermental sehat.
6.    Membantu memperkuat pelaksanaan program-program Perusahaan Pengembangan karir membantu program-program perusahaan lainnya agar tercapai tujuan perusahaan.

Source: