Wednesday, November 8, 2017

Sistem Informasi Psikologi

SISTEM INFORMASI PSIKOLOGI
Sarosa (2009) mengemukakan sistem adalah sekumpulan komponen yang saling berinteraksi dan bekerja sama untuk mencapai tujuan yang sama. Kata kuncinya adalah sekumpulan komponen atau subsistem, sehingga sistem terdiri dari beberapa subsistem dan demikian juga sebaliknya. Sedangkan menurut  Fat (dalam Hutahaean, 2015) sistem adalah suatu himpunan, suatu “benda” nyata atau abstrak yang terdiri dari bagian-bagian atau komponen-komponen yang saling berkaitan, berhubungan, berketergantungan, saling mendukung yang secara keseluruhan bersatu dalam satu kesatuan untuk mencapai tujuan tertentu secara efisien dan efektif. Marimin, Tanjung, dan Prabowo (2006) sistem adalah suatu kesatuan usaha yang terdiri dari bagian-bagian yang berkaitan satu sama lain yang berusaha mencapai suatu tujuan dalam satu lingkungan yang kompleks. Terdapat beberapa karakteristik sistem:
          1.      Komponen Sistem
Komponen sistem atau elemen sistem dapat berupa :
a.       Elemen-elemen yang lebih kecil yang disebut sub sistem, misalkan sistem komputer terdiri dari sub sistem perangkatkeras, perangkat lunak dan manusia 
b.      Elemen-elemen yang lebih besar yang disebut supra sistem. Misalkan bila perangkat keras adalah sistem yang memiliki sub sistem CPU, perangkat I/O dan memori, maka supra sistem perangkat keras adalah sistem komputer.
             2.      Batas sistem
Batas sistem merupakan daerah yang membatasi antara suatu sistem dengan sistem yang lainnya atau dengan lingkunganluarnya. Batas sistem ini memungkinkan suatu sistem dipandangsebagai suatu kesatuan. Batas suatu sistem menunjukkan ruanglingkup dari sistem tersebut.
              3.      Lingkungan luar sistem
Lingkungan dari sistem adalah apapun di luar batas dari sistem yang mempengaruhi operasi sistem. Lingkungan luar sistem dapat  bersifat menguntungkan dan dapat juga bersifat merugikan sistem tersebut. lingkungan luar yang mengutungkan merupakan energi dari sistem dan dengan demikian harus tetapdijaga dan dipelihara. Sedang lingkungan luar yang merugikan harus ditahan dan dikendalikan, kalau tidak akan mengganggu kelangsungan hidup dari sistem.
              4.      Penghubung
Penghubung merupakan media perantara antar sub sistem. Melalui penghubung ini memungkinkan sumber-sumber daya mengalir dari satu subsistem ke sub sistem lainnya. Output darisatu subsistem akan menjadi input untuk subsistem yang lainnyadengan melalui penghubung.Dengan penghubung satu subsistemdapat berinteraksi dengan subsistem yang lainnya membentuk satukesatuan.
5.      Masukkan
Masukan adalah energi yang dimasukkan ke dalam sistem. Masukan dapat berupa maintenance input dan sinyal input. Maintenance input adalah energi yang dimasukkan supaya system tersebut dapat beroperasi. Sinyal input adalah energi yang diprosesuntuk didapatkan keluaran.
              6.      Keluaran
Keluaran adalah hasil dari energi yang diolah dandiklasifikasikan menjadi keluaran yang berguna dan sisa pembuangan. Keluaran dapat merupakan masukan untuk subsistem yang lain atau kepada supra sistem.
            7.      Pengolah
Suatu sistem dapat mempunyai suatu bagian pengolah atau sistem itu sendiri sebagai pengolahnya. Pengolah yang akan merubah masukan menjadi keluaran. Suatu sistem produksi akan mengolah masukan berupa bahan baku dan bahan-bahan yang lain menjadi keluaran berupa barang jadi.
         8.      Sasaran atau tujuan
Suatu sistem pasti mempunyai tujuan atau sasaran. Kalau suatu sistem tidak mempunyai sasaran, maka operasi sistem tidak akan ada gunanya. Sasaran dari sistem sangat menentukan sekali masukan yang dibutuhkan sistem dan keluaran yang akan dihasilkan sistem. Suatu sistem dikatakan berhasil bila mengenai sasaran atau tujuannya.

Dalam tugas kali ini akan membuat sebuah tes untuk melihat minat dan bakat seseorang. Tes Minat dan Bakat merupakan salah satu metode dan alat ukur dalam Psikologi yang dapat membantu dalam menyusun rekomendasi untuk individu memilih jurusan/karir sesuai dengan minat dan potensinya. Whiterington (1988) mendefinisikan minat sebagai suatu kesediaan individu terhadap suatu obyek, individu, hal, atau situasi yang berhubungan dengan dirinya. Pada umumnya hasil tes minat digunakan dalam 3 bidang terapan, seperti yang diuraikan dibawah ini. Perlu dicatat bahwa berdasarkan pengamatan jarang ditemui suatu hasil tes minat digunakan secara eksklusif dengan mengabaikan hasil pengukuran terhadap aspek kognitif dan aspek non kognitif yang lain.
Tes yang dibuat adalah tes RMIB (Rothwell Miller Interest Blank). Konsep utama atau dasar teori dari RMIB ini adalah mengenai persepsi dan juga stereotip pada individu mengenai pekerjaan – pekerjaan tertentu. dengan memanfaatkan stereotip ini, maka test RMIB mampu untuk mengungkapkan jenis pekerjaan dan juga minat dan juga bakat yang cock bagi individu. Test ini cocok diberikan pada remaja, dan juga para pencari kerja yang mungkin merasa bosan dengan rutinitas sehari harinya. Pada awalnya, test ini dikembangkan oleh Rothwell pada tahun 1947, lalu kemudian diperbaharui oleh Miller pada tahun 1950. Pada akhirnya, pembaruan test ini memberikan nama Rothwell Miller Interest Blank sebagai sebuah test minat bakat yang sudah terstandarisasi. Dalam RMIB terdapat 12 kategori, kategori tersebut adalah :
       1.      Outdoor (OUT), merupakan jenis pekerjaan yang berhubungan dengan aktivitas di luar ruangan, atau aktivitas lapangan.
       2.      Mechanical (ME), merupakan jenis pekerjaan yang menggunakan mesin, peralatan mekanik, dan  juga peralatan – peralatan tambahan.
       3.      Computational (COMP), merupakan pekerjaan yang berhubungan dengan angka, dan operasi hitungan (komputasi).
       4.      Scientific (SCL), merupakan pekerjaan yang berhubungan dengan analisa, penyelidikan, penelitian, dan juga segala sesuatu yang berhubungan dengan ilmu pengetahuan.
       5.      Personal Contact (PERS), merupakan pekerjaan yagn berhubungan dengan manusia, hubungan interpersonal, diskusi, dan juga hubungan dengan banyak orang.
       6.      Aesthetic (AESTH), merupakan pekerjaan yang berhubungan dengan kesenian.
       7.      Literary (LIT), merupakan pekerjaan yang berkaitan dengan buku, membaca, dan segala bentuk kegiatan literature, seperti menulis, megnarang, dan sebagainya.
       8.      Musical (MUS), Merupakan pekerjaan yang berkaitan dengan music, mulai dari memainkan alat music, membaut music, dan mendengarkan music
       9.      Social Service (SOS), mrupakan pekerjaan yang berkaitan dengan kehidupan sosial, pelayanan masyarakat, seperti dokter, psikolog, membantu menolong dan juga mendorong kehidupan sesama manusia.
     10.  Clerical (CLER), merupakan pekerjaan yang berhubungan dengan tugas – tugas rutin, yagn membutuhkan ketelitian, sistematis, dan juga cenderung teratur.
      11.  Practical (PRAC), merupakan pekerjaan yang sifatnya praktis, membutuhkan keahlian, dan keterampilan.
      12.  Medical (MED), merupakan pekerjaan yang berkaitan dengan pengobatan, penyembuhan, dan juga perawatan secara medis.

Elemen-elemen yang dibutuhkan dalam pembuatan tes psikologi online ini adalah:
1.      Goal
Tujuan pembuatan dari tes online ini adalah untuk memudahkan masyarakat untuk mengetahui minat dan bakat seseorang. Masyarakat dapat dengan mudah mengetahui minat dan bakatnya dengan mengaksesnya secara online dan dapat dikerjakan dimana saja dan kapan saja.
2.      Control Mechanism
Mekanisme kontrol di sini adalah pada saat individu membuka aplikasi RMIB online, akan secara langsung terbuka dan terhubung dengan creator yang membuat aplikasi tersebut.
3.      Input
Yang dibutuhkan dalam mengikuti tes psikologi ini pada adalah isi identitas seperti nama, jenis kelamin, usia, pendidikan, pekerjaan, dan tanggal tes.
4.      Proses
Proses dalam mengikuti tes ini pertama dipersilahkan untuk mengisi identitas terlebih dahulu, setelah selesai mengisi identitas akan diberikan instruksi pengerjaan secara lengkap. Kemudian individu tersebut mengerjakan tes RMIB tersebut dengan ketentuan yang ada. Jika sudah selesai mengerjakan maka langsung mengklik “DONE” dan apabila sampai waktu yang ditentukan belum selesai maka otomatis akan selesai dengan sendirinya.
5.      Output
Output di sini saat selesai mengerjakan tes psikologi tersebut maka akan keluar tautan yang berisi hasil dari tes psikologi. Individu cukup mengklik dan akan muncul pada layar kemudian terdapat pilihan ingin langsung print atau save data terlebih dahulu dalam bentuk pdf. Di dalam pdf tersebut juga terdapat tanda tangan psikolog yang memiliki tes online IST tersebut sehingga cukup akurat.



DAFTAR PUSTAKA
Hutahaean, Jeperson. (2015). Konsep Sistem Informasi. Yogyakarta: DeePublish.
Marimin., Tanjung, H., dan Prabowo, H. (2006). Sistem Informasi Manajemen: Sumber Daya Manusia. Jakarta: Grasindo.
Sarosa, Samiaji. (2009). Sistem Informasi Akuntansi. Jakarta: Grasindo.

Monday, October 2, 2017

Sistem Informasi Psikologi

1.      Definisi Sistem
Tyoso (2016) mengatakan bahwa sistem merupakan suatu kumpulan dari komponen-komponen yang membentuk satu kesatuan. Sedangkan menurut  Fat (dalam Hutahaean, 2015) sistem adalah suatu himpunan, suatu “benda” nyata atau abstrak yang terdiri dari bagian-bagian atau komponen-komponen yang saling berkaitan, berhubungan, berketergantungan, saling mendukung yang secara keseluruhan bersatu dalam satu kesatuan untuk mencapai tujuan tertentu secara efisien dan efektif.
Sarosa (2009) mengemukakan sistem adalah sekumpulan komponen yang saling berinteraksi dan bekerja sama untuk mencapai tujuan yang sama. Kata kuncinya adalah sekumpulan komponen atau subsistem, sehingga sistem terdiri dari beberapa subsistem dan demikian juga sebaliknya.
Marimin, Tanjung, dan Prabowo (2006) sistem adalah suatu kesatuan usaha yang terdiri dari bagian-bagian yang berkaitan satu sama lain yang berusaha mencapai suatu tujuan dalam satu lingkungan yang komples.
Romney dan Steinbart (dalam Mulyani, 2016) mengatakan sistem adalah kumpulan dari dua atau lebih komponen yang saling bekerja dan berhubungan untuk mencapai tujuan tertentu.  Fauzi (2017) juga mengatakan bahwa sistem adalah suatu kesatuan yang terdiri dari interaksi subsistem untuk mencapai tujuan yang sama.
Berdasarkan uraian diatas, dapat disimpulkan bahwa sistem adalah kumpulan dari komponen yang saling bekerja, berinteraksi, berhubungan, dan saling beketergantungan secara keseluruhan untuk mencapai satu tujuan yang sama.

2.      Definisi Informasi
Menurut Amsyah (2005) informasi adalah data yang sudah diolah dengan cara tertentu menjadi bentuk yang sesuai dengan keperluan penggunaan informasi bersangkutan.
Mulyani  (2016) Informasi merupakan data yang sudah dioleh yang ditujukan untuk seseorang, organisasi ataupun siapa saja yang membutuhkan. Informasi akan menjadi berguna apabila objek yang menerima informasi membutuhkan informasi tersebut.
Verzello (dalam Fauzi, 2017) mengemukakan kumpulan data yang relevan dan mempunyai arti menggambarkan suatu kejadian-kejadian atau kegiatan-kegiatan. Cushing (dalam Fauzi, 2017) juga menambahkan bahwa informasi menunjukan hasil dari pengolahan data yang diorganisasikan dan berguna kepada orang yang menerimanya.
Berdasarkan uraian diatas, dapat disimpulkan bahwa informasi adalah kumpulan data yang sudah diperoleh dengan cara tertentu yang memiliki arti untuk menjelaskan suatu arti atau kejadian yang ditujukan kepada organisasi atau siapa saja yang membutuhkan informasi tersebut.

3.      Definisi Psikologi
Wade dan Tavris (2007) berkata psikologi adalah sebuah disiplin ilmu yang berfokus pada perilaku dan berbagai proses mental serta cara perilaku dan berbagai proses mental ini dipengaruhi oleh kondisi mental organisme dan lingkungan eksternal.
Hashim, Razali, dan Jantan (2003) mengemukakan psikologi adalah suatu kajian mengenai sesuatu yang memberikan kesan kepada jiwa seseorang. Oleh karena itu, psikologi adalah kajian mengenai jiwa atau aspek rohani manusia dan haiwan secara saintifik.
Budiman (2005) psikologi adalah ilmu yang mempelajari tingkah laku manusia dalam pengertiannya yang luas. Dikatakan pengertian yang luas karena tidak hanya terbatas pada tingkah laku yang tampak dari luar saja.
Supratman dan Mahadian (2016) mengatakan psikologi adalah tentang ilmu pengetahuan yang mempelajari perilaku manusia dalam hubungannya dengan lingkungan dimana individu tengah berada.
Berdasarkan uraian diatas, dapat disimpulkan bahwa psikologi adalah ilmu yang mempelajari tentang jiwa dan manusia yang terbagi dalam tingkah laku manusia, dan perilaku manusiadan hubungan manusia dengan lingkungan manusia tersebut.

4.      Definisi Sistem Informasi Psikologi
Sistem informasi psikologi adalah kumpulan dari komponen informasi psikologi yang saling bekerja sama dan berinteraksi untuk mempelajari tentang jiwa serta bagaimana tingkah laku, dan perilaku manusia tersebut.




DAFTAR PUSTAKA
Amsyah, Zulkifli. (2005). Manajemen Sistem Informasi. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.
Budiman, Arief. (2006). Kebebasan, Negara, Pembangunan. Jakarta: Pustaka Alvabet.
Fauzi, Rizki A. (2017). Sistem Informasi Akuntansi. Yogyakarta: DeePublish.
Hashim, S., Razali, M., Jantan, R. (2003). Psikologi Pendidikan. Malaysia: PTS Professional.
Hutahaean, Jeperson. (2015). Konsep Sistem Informasi. Yogyakarta: DeePublish.
Marimin., Tanjung, H., dan Prabowo, H. (2006). Sistem Informasi Manajemen: Sumber Daya Manusia. Jakarta: Grasindo.
Mulyani, Sri. (2016). Metode Analisis dan Perancangan Sistem. Bandung: Abdi Sistematika.
Mulyani, Sri. (2016). Sistem Informasi Manajemen. Bandung: Abdi Sistematika.
Sarosa, Samiaji. (2009). Sistem Informasi Akuntansi. Jakarta: Grasindo.
Supratman, L. P., Mahadian, Adi B. (2016). Psikologi Komunikasi. Yogyakarta: DeePublish.
Tyoso, J. S. P. (2016). Sistem Informasi Manajemen. Yogyakarta: DeePublish.
Wade, Carol., Tavris, C. (2007). Psikologi. Jakarta: Erlangga.





Monday, January 30, 2017

Analisis Kasus II

Kasus Biro Penerangan Kabupaten Jaya Terus
Biro Penerangan Kabupaten Jaya Terus merupakan instansi pemerintah yang berfungsi untuk mengolah berbagai informasi dan mensosialisasikannya kepada masyarakat di kabupaten tersebut. Sebagai suatu lembaga yang merupakan ujung tombak pemerintah dan mensosialisasikan informasi maupun kebijakan pada masyarakat, pelayanan lembaga ini kepada masyarakat serta kinerja lembaga ini secara keseluruhan sangat baik, tak jarang lembaga ini menerima penghargaan dari pemerintah pusat karena prestasinya. Namun, dibalik itu semua terdapat masalah yang menggerogoti lembaga tersebut.
Kinerja yang baik dalam perusahaan tersebut ternyata hanya terpusat di level pimpinan. Level staff kebawah kinerjanya sangat buruk dan terkesan asal-asalan, mereka hanya bekerja bagus apabila ditunggui atasannya, serta perlu benar-benar diarahkan agar tidak salah. Namun, pimpinan tidaklah mungkin seharian menunggui dan mengarahkan staff yang jumlahnya puluhan tersebut. Setelah ditelusuri, masalah itu berpangkal dari tidak adanya motivasi dari staff tersebut. Level staff kebawah, yang mayoritas berpendidikan SMP dan SMU (sekitar 65%) dan sisanya berpendidikan sarjana, ternyata sudah mencapai tingkah golongan tertinggi dari yang mungkin dicapainya, dan sangat mungkin, tidak akan pernah mengalami golongan lagi, kecuali jika mereka sekolah lagi, itu pun masih harus melalui prosedur yang cukup rumit. Sedangkan untuk naik ke level yang lebih tinggi, juga sangat sulit, mengingat rata-rata usia mereka sudah berumur 40 hingga 50 tahun serta panjangnya tahapan yang harus dilalui untuk naik ke tingkat yang lebih tinggi, membuat mereka merasa hal itu sudah tidak mungkin dicapai oleh oerang seusia mereka, dengan tingkat pendidikan dan golongan seperti sekarang ini.
Akibatnya, mereka memilih pasrah karena merasa sudah maksimal dan tidak mungkin naik ke jenjang yang lebih tinggi, baik secara jabatan, golongan, ataupun income. Hal ini berimplikasi kepada motivasi mereka yang terus menurun.

Penyelesaian:
           Menurut saya, seharusnya pimpinan di Biro Penerangan terus memantau dan mengecek hasil kerja tiap karyawan agar para kinerja pada level staff kebawah dapat meningkat dan menjadi kinerja yanng baik. Pemimpin dapat memotivasi staffnya dengan cara menaikkan gaj atau diberikan beberapa tunjangan agar para staff dapat dengan baik bekerja. Pemimpin juga harus memberikan training untuk parah staff supaya mereka lebih bisa bekerja sama dan bekerja secara maksimal pada saat bekerja, dapat dengan mudah naik jabaran dan mendapatkan penghasilan yang lebih baik

Monday, January 16, 2017

Cara Untuk Meningkatkan Motivasi Karyawan

Rasa jenuh karena melakukan hal yang sama secara berulang dalam rentang waktu yang cukup panjang merupakan salah satu faktor yang menyebabkan siapa saja bisa kehilangan semangat kerja. Berikut adalah cara efektif untuk meningkatkan kembali motivasi karyawan
            1.      Pendekatan secara personal
Kepekaan dalam membaca situasi seperti ini dibutuhkan dalam diri seorang pimpinan atau pemilik usaha, bisa saja karyawan maupun bawahan yang dibebani dengan berbagai macam target menemukan kesulitan menyelesaikan tugas mereka. Lakukan pendekatan secara personal, ajak karyawan atau bawahan tersebut bicara dan ciptakan suasana yang lebih santai.
Cari tahu dan tanyakan apakah kesulitan atau kendala-kendala yang mereka rasakan dalam bekerja, dan jangan lupa berikan masukan serta solusi yang bisa membantu karywan atau bawahan tersebut menemukan cara terbaik dalam menyelesaikan pekerjaan yang dibebankan kepadanya.
            2.      Memberikan bahan kerja yang baru untuk penyegaran
Sebagai seorang pimpinan tidak hanya bisa memberikan solusi kepada bawahan atau karyawan, namun Anda juga harus bisa membangkitkan semangat serta memberikan penyegaran agar motivasi dalam bekerja kembali mereka dapatkan.
Selain memperbaharui materi atau bahan dalam bekerja, berikan juga kegiatan yang menyenangkan seperti berwisata bersama atau aktifitas lainnya yang jauh berbeda dari rutinitas ditempat kerja selama ini. Sudah pasti otak kita juga perlu direfresh dan diberikan waktu untuk sejenak istirahat agar bisa kembali bekerja dengan baik.
            3.      Training secara reguler
Memberikan training, karena sesi ini bisa untuk memberikan motivasi yang sempat hilang dari dalam diri mereka. Agar training bisa berjalan dengan efektif lakukanlah secara reguler, bahkan bila perlu gunakan tenaga dari Trainer Professional yang bisa mengubah mindset karyawan menjadi lebih baik hingga semangat dalam diri mereka kembali muncul.
            4.      Penuhi semua hak karyawan
Untuk mencapai goal, sebagai pemilik ataupun pimpinan Anda sudah pasti memberikan target kepada bawahan sesuai dengan keahlian dan bidang mereka masing-masing. Agar mereka bisa bekerja dengan baik dan maksimal jangan melupakan hak mereka agar motivasi mereka untuk bekerja di perusahaan Anda tetap bisa dipertahankan.
Karena bawahan atau karyawan bukan hanya dituntut untuk bekerja sesuai keinginan perusahaan, tetapi harus ada tercipta simbios mutualisme atau kerja sama yang saling memberikan keuntungan pada kedua belah pihak.
            5.      Berikan bonus & penghargaan untuk karyawan yang berprestasi
Setiap kualitas itu pasti ada harganya, begitu juga dengan karyawan atau bawahan yang memiliki kinerja bagus. Sudah selayaknya mereka diberikan bonus atas prestasi yang berhasil ia lakukan dalam bekerja.
Bisa berbentuk uang, bukan tidak mungkin hal tersebut akan membuat karyawan akan bekerja lebih bersemangat agar kembali bisa mendapatkan bonus yang lebih besar lagi. Dan juga perlu diingat bahwa motivasi bukan hanya dengan ucapan atau tulisan yang diberikan kepada karyawan, bisa juga dalam bentuk materi.

Source:

Tuesday, January 10, 2017

Perencanaan dan Pengembangan Karir



A.                 PENGERTIAN
Perencanaan karier terdiri atas dua suku kata, yaitu perencanaan dan karier.Perencanaan dapat didefinisikan sebagai proses penentuan rencana atau kegiatan-kegiatan yang akan dilakukan pada masa mendatang. Sedangkan karier adalah semuapekerjaan yang dilakukan seseorang selama masa kerjanya yang memberikankelangsungan, keteraturan, dan nilai bagi kehidupan seseorang. Perencanaan karier dapat didefinisikan sebagai suatu proses yangdigunakan seseorang untuk memilih tujuan karier dan jalur karier untuk mencapaitujuan-tujuan tersebut. Sebagai suatu proses yang bertujuan untuk menyesuaikan tujuankarier dan kemampuan individu dengan kesempatan untuk mengisinya secarasistematis.
 Pengembangan karier merupakan implementasi dari perencanaan karier.Untuk itu pengembangan karier dapat didefinisikan sebagai semua usaha pribadikaryawan yang ditujukan untuk melaksanakan rencana kariernya melalui pendidikan,pelatihan, pencarian dan perolehan kerja, serta pengalaman kerja.Titik awal pengembangan karier dimulai dari diri karyawan sendiri, di manasetiap orang bertanggungjawab atas pengembangan atau kemajuan kariernya.Setelah komitmen dimiliki, beberapa kegiatan pengembangan karier dapat dilakukan.

B.     FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERENCANAAN KARIER
Ada beberapa faktor penting yang mempengaruhi perencanaan karier, di manaseseorang akan mengakui dan mau mempertimbangkan faktor-faktor tersebut saatmereka merencanakan karier, yaitu sebagai berikut :
1.      Tahap Kehidupan Karier 
Seseorang akan berubah secara terus menerus dan kemudian memandang perbedaankarier mereka pada berbagai tingkatan dalam hidupnya.
·         Karier Awal
Merupakan tahap pembentukan yang berupa penekanan pada perhatian untukmemperoleh jaminan terpenuhinya kebutuhan di tahun-tahun awal pekerjaan.

·         Karier Pertengahan
Tahap ini biasanya meliputi pengalaman-pengalaman baru, seperti penugasan khusus,transfer dan promosi yang lebih tinggi, tawaran dari organisasi lain, kesempatan untukke jenjang organisasi yang lebih tinggi dan pembentukan nilai seseorang bagiorganisasi.

·         Karier Akhir
Pemberian pelatihan kepada penerus (karyawan baru), pengurangan beban kerja,atau pendelegasian tugas-tugas utama periode karier akhir agar tetap produktif danpersiapan diri untuk pensiun.

2.      Dasar Karier 
Ada lima perbedaan motif dasar karier yang menjelaskan jalan bagi orang-orang untuk memilih dan mempersiapkan kariernya, di mana mereka menyebutnya sebagai jangkar karier, yaitu antara lain :
a.       kemampuan manajerial,
b.       kemampuan fungsional-teknis,
c.       keamanan,
d.      kreativitas,
e.       otonomi dan kebebasan.

C.     TUJUAN PENGEMBANGAN KARIR
Andrew J. Dubrin (1982) menguraikan sejumlah tujuan pengembangan karir yang dijabarkan sebagai berikut:
1.  Membantu pencapaian tujuan individu dan perusahaan dalam pengembangan karier karyawan yang merupakan hubungan timbal balik yang bermanfaat bagi kesejahteraan karyawan dan tercapainya tujuan perusahaan. Seorang pegawai yang sukses dengan prestasi kerja sangat baik kemudian menduduki posisi jabatan yang lebih tinggi, ini menunjukkan bahwa tercapai tujuan perusahaan dan tujuan individu.
2. Menunjukkan Hubungan Kesejahteraan Pegawai Perusahaan merencanakan karir pegawai dengan meningkatkan kesejahteraannya sehingga memiliki loyalitas yang lebih tinggi.
3.    Membantu pegawai menyadari kemampuan potensinya. Pengembangan karir membantu menyadarkan pegawai akan kemampuannya untuk menduduki suatu jabatan tertentu sesuai dengan potensi dan keahliannya.
4.  Memperkuat hubungan antara Pegawai dan Perusahaan Pengembangan karier akan memperkuat hubungan dan sikap pegawai terhadap perusahaannya.
5.  Membuktikan Tanggung Jawab Sosial Pengembangan karier suatu cara menciptakan iklim kerja yang positif dan pegawai-pegawai lebih bermental sehat.
6.    Membantu memperkuat pelaksanaan program-program Perusahaan Pengembangan karir membantu program-program perusahaan lainnya agar tercapai tujuan perusahaan.

Source: